Klasemen La Liga: Real Madrid Masih di Posisi Pertama

cristiano ronaldo

Berita Bola Real Madrid berhasil mengalahkan musuh bebuyutan sekotanya Atletico Madrid dalam pertandingan Madrid Derby. Pertandingan berlangsung di Vicente Calderon dengan hasil kemenangan bagi Real Madrid. Kemenangan ini berhasil membuat Real Madrid berhasil mempertahankan dirinya berada di posisi pertama klasemen La Liga dengan perolehan 30 poin di pertandingan La Liga yang masuk ke babak 13. Real Madrid saat ini masih menjadi ancaman besar bagi klub lain karena sampai babak 12 belum pernah mendapatkan kekalahan.

Klasemen La Liga Sementara: Real Madrid Berada di Posisi Pertama

squad real madrid

Pertandingan La Liga babak ke 12 sudah berakhir kedudukan sementara Real Madrid berada di posisi pertama dengan 30 poin dari 9 kemenangan, 3 kali seri, dan belum pernah mendapatkan kekalahan. Posisi kedua diduduki oleh Barcelona dengan perolehan total 26 poin dari 7 kali menang, 3 kali seri, dna 2 kali kalah. Lalu di posisi ketiga ditempati oleh Sevilla dengan perolehan total 24 poin dari 7 kemenangan, 3 seri, dan 2 kali kalah.

Dalam La Liga babak ke 12, Real Madrid bertemu dengan klub sepak bola sekotanya, Atletico Madrid yang sempat dikabarkan membuat awalan La Liga yang buruk.

Pertandingan antar Atletico Madrid melawan Real Madrid berlangsung di kandang Atletico Madrid, Vicente Calderon. Atletico Madrid berhasil dipermalukan oleh Real Madrid didepan para penonton yang mendukungnya dengan kekalahan 0-3.

Cristiano Ronaldo sangat berperan penting dalam kemenangannya melawan Atletico Madrid. Ronaldo berhasil mencetak 3 gol dalam pertandingan tersebut dan menambah koleksi torehan Ronaldo menjadi 8 gol dalam ajang La Liga.

Banyak kesempatan gol yang diciptakan oleh Cristiano Ronaldo. Di menit ke 12, Ronaldo melompat tinggi untuk mendapatkan umpan dan langsung melepaskan sundulan ke arah gawang. Sayangnya, penjaga gawang berhasil menyelamatkan bola dengan menepis bola hingga keluar lapangan.

Gol pertama Ronaldo terjadi pada menit ke 23. Ronaldo berhasil mencetak gol oleh setelah melakukan tendangan yang membuat penjaga gawang Atletico Madrid, Jan Oblak tidak berdaya.

Di menit ke 31, Ronaldo kembali mendapatkan kesempatan mencetak gol dari operan yang berhadapan langsung dengan penjaga gawang tanpa adanya penjagaan dari bek. Ronaldo melakukan tendangan ke tengah gawang, namun penjaga gawang menyadari hal ini dan langsung menggagalkan bola untuk masuk ke dalam gawang.

Saat ingin menyamakan skor, Atletico justru harus melakukan pelanggaran dan menghadiahi tendangan penalti bagi Real Madrid. Ronaldo mengambil kesempatan untuk mengeksekusi tendangan penalti tersebut dan berhasil mencetak gol dari tendangan penalti tersebut.

Bukannya mengejar ketinggalan, justru Atletico Madrid semakin tertinggal di menit ke 77. Cristiano Ronaldo kembali memberikan gol bagi Real Madrid melalui tendangan langsung ke gawang dari operan yang berhadapan langsung dengan penjaga gawang.

Pertandingan berakhir dengan hasil kekalahan bagi Atletico Madrid. Sebuah kekalahan yang buruk karena harus dipermalukan di kandangnya sendiri.

Berita Bola La Liga Babak 13: Real Madrid vs Gijon

abelardo fernandez

Kedudukan sementara klasemen La Liga menurut portal resmi berita bola, Real Madrid berada di peringkat pertama. Pertandingan selanjutnya akan menjadi pertandingan yang sangat mudah bagi Real Madrid karna akan bertemu dengan lawan yang saat ini berada di posisi ke 18 klasemen, Gijon. Pertandingan akan berlangsung pada 26 November dan akan diadakan di Stadion Santiago Bernabéu.

Namun apapun hasil pertandingannya baik menang, seri, atau kalah Real Madrid masih akan tetap menduduki peringkat pertama La Liga. Hal ini karena selisih poin dengan peringkat ke dua, Barcelona cukup jauh dengan selisih 4 skor. Jika Real Madrid kalah dan Barcelona menang, Real Madrid masih unggul 1 poin dan masih akan tetap berada di peringkat pertama klasemen.

Rakitic Berharap Dapat Bermain di Bawah Guardiola

Rakitic Yakin Guardiola Bisa Memberikan Gelar

pep-guardiola

Manajer Manchester City, Pep Guardiola seharusnya tidak perlu heran jika gelandang Barcelona Ivan Rakitic didalam laga yang panas usai pertandingan Liga Champions yang berlangsung di Stadion Etihad.

Guardiol yang reuni dengan mantan klubnya, dimana dia tidak akan hilang sebagai pemain dan pelatih setelah Barcelona berada di grup C atas kemenangan 4-0 atas pemimpin Liga di Camp Nou.

Meskipun banyaknya pemain yang cukup dikenal ketika Guardiola menjadi pelatih tim juara Spanyol, Rakitic mengkaui bahwa dirinya sangat kagum dengan senag pelatih tersebut, yang mana dia didatangkan oleh Barca pada tahun 2014.

Pemain timnas Kroasia itu telah sukses membuktikan kualitas dirinya di lini tengah dan merupakan pemain inti di tim asuhan Luis Enrique, menangani pra-pertandingan konferensi pers di pelatihan base City berdekatan dengan stadion Etihad, dia berbicara tentang kehormatan memakai jersey yang bernomor punggung empat yang diberikan oleh Guardiola.

Rakitic, yang saat ini berusia 28 tahun,  tidak menutup kemungkinan untuk bermain di bawah Guardiola di masa depan, tetapi untuk sekarang, dia memiliki ambisi yang lebih sederhana.

“Jika itu memang tidak,  setidaknya kami dapat bertemu untuk minum kopi bersama-sama,” katanya.

“Ketika saya mengambil jersey empat nomor di Barcelona itu semata-mata karena dia.

“Itu adalah kesempatan yang saya ambil dengan kedua tangan. Dia adalah salah satu sosok yang terbaik di dunia dan rekan tim saya juga bercerita banyak tentang dia dan seperti apa dia yang sebenarnya.”

“Dia begitu fantastis, saya sangat berharap dia akan sukses di masa depan, namun tidak untuk besok.

“Itu akan menjadi sebuah momen besar untuk bekerja dengan dia suatu hari tetapi jika tidak saya ingin meminum kopi dengannya.”

Rakitic Ingin Dilatih Oleh Pep Guardiola

pep-guardiola

Ivan Rakitic yang merupakan pemain yang berposisi sebagai gelandang di Barcelona, telah mengakui jika dirinya suatu hari ingin dilatih oleh Pep Guardiola yang saat ini menangani Manchester City dan sang pelatih tersebut merupakan yang di idolakannya.

Guardiola yang pernah menjadi manajer di Barca banyak memberikan momen-momen besar. Dimana pelatih berusia 45 tahun itu sukses memberikan 14 gelar juara kepada asal tersebut.

Atas keberhasilan yang sudah di raih, lalu Guardiola ingin merasakan melatih di kedua klub. Yang sebelumnya dia telah menukangi Bayern Munchen, tidak lama kemudian dia menerima tawaran yang diberikan The Citizens sebagai pelatih. Ketika dia menangani Bayern, Guardiola mampu memberikan tujuh trofi.

Barcelona yang akan menghadapi Manchester City yang akan berlangsung di Etihad Stadium pada hari Rabu, menjelang laga tersebut, Rakitic tidak sabar untuk bertemu dengan Guardiola.

Rakitic sendiri pun juga menyatakan jika Guardiola adalah sosok pelatih terbaik di dunia, dimana sang pemain tersebut merasa ingin di latih olehnya.

“Jika memang itu tidak mungkin, maka saya berharap bisa minum kopi bersama dengannya,” ujar Rakitic.

“Kerika saya di Barcelona, saya memilih nomor empat karena dirinya.”

“Itu yang membuat saya terkesan, sehingga saya mengambil dengan menggunakan kedua tangan. Seperti yang sudah diketuhui jika dia adalah pelatih terbaik di dunia saat ini, dan juga rekan setim saya banyak berbicara banyak hal mengenai kepribadian dia seperti apa dirinya yang sebenarnya.”

“Dia begitu luar biasa, saya berkeinginan jika dia akan sukses di masa depan, tapi tidak untuk besok.”

“Suatu hari akan menjadi sesuatu yang besar dapat bekerja dibawahnya, jika itu tidak akan terjadi, saya harap bisa minum kopi bersamanya.”

Iniesta Tidak Bisa Menerima Kekalahan Barcelona

andres-iniesta

Iniesta Frustrasi Barcelona Buang Peluang Untuk Berada di Puncak

Andres Iniesta yang frustrasi setelah Barcelona harus membuang kesempatan untuk bisa berada di puncak klasemen La Liga, namun, dia mengakui bahwa Celta Vigo adalah tim yang lebih baik dalam laga dramatis yang harus berakhir dengan skor 4-3 di Balaidos.

Pertemuan yang mendebarkan dimana Barca harus tertinggal tiga gol, tim juara itu harus berjuang dengan keras pada babak kedua, tetapi gol ayng dicetak oleh Pablo Hernandez setelah kesalahan kiper Marc-Andre ter Stegen, yang menendang bola saat berhadapan dalam upaya gagal melewati, Gerard Pique mampu mencetak dua gol dan dimana Neymar memberikan gol melalui tendangan penalti.

Pada hari yang sama saingan mreka Real Madrid bermain dengan imbang melawan tuan rumah Eibar, Iniesta yang bermain di babak kedua dalam penampilann ke 600 bersama Barca, merasa sangat kecewa timnya saat ini berada di posisi keempat, bukan yang pertama.

“Kami sudah berusaha untuk memberikan semuanya, tapi bukan ini seperti ini yang kami inginkan, memberikan rasa malu karena telah membuang kesempatan untuk bisa dipuncak dan itu belum mungkin untuk bisa berada disana,” ujar gelandang tersebut kepada media.

“Celta mampu bermain dengan lebih baik dari kami, yang jelas dan itu merupakan sensasi di lapangan. Bermain dengan terbuka.”

“Pada babak kedua kami terus berusaha, kami tahu bahwa kami harus bisa mencetak gol utnuk bisa menyamakan kedudukanan. Kami berhasil mencetak gol pertama dan kedua.”

“Terkadang kami membuat kesalahan, ketika saingan lawan kami jauh lebih baik dari Anda,” tambahnya. “Celta bermain dengan baik, mereka tahu cara bermain dan kami memiliki banyak kesempatan di babak pertama. Dan pada babak kedua, semua menjadi hilang, kami terus mencoba mmeberikan serangan, tapi itu tidak cukup.”

Keputusan untuk memainkan Iniesta yang berada di bangku cadangan merupakan salah satu dari empat perubahan yang dibuat oleh pelatih  Luis Enrique, tapi ia diplomatik tentang keputusan itu dan kesalahan terbesar oleh Ter Stegen, yang juga telah melakukan kesalahan di gol pertama Celta.

iniesta

Iniesta Tanggapi Kekalahan Barcelona

Barcelona yang berhadapan dengan tuan rumah Celta Vigo harus mengakui kekalahan mereka dalam laga lanjutan yang ketujuh di ajang La Liga. Andres Iniesta sekaligus kapten timnya mengakui Celta mampu menunjukkan permainannya jauh lebih baik.

Yang berlangsung di Stadion Balaidos, pada hari Senin, Catalan harus menerima kekalahan yang dramatis 4-3 atas Celta. Dimana tim asuhan Luis Enrique harus tertinggal lebih dulu 0-3 pada babak pertama. Gol yang tercipta dari Pione Sisto, Iago Aspas, dan Jeremy Mathieu yang melakukan bunuh diri  membuat Blaugrana jauh tertinggal.

Iniesta yang bermain di babak kedua yang menggantikan Rafinha memberikan perubahan permainan. Terbukti, tim Catalan itu mampu memberikan perlawanan dimana skor itu terjadi 2-3 yang dicetak oleh Gerard Pique dan Neymar lewat tendangan penalti. Dengan masuknya Iniesta itulah mampu menghasilkan dua gol tersebut.

“Celta memberikan kami tekanan, itu terlihat dengan jelas dan kami sangat terasa ketika berada didalam lapangan. Termasuk juga dengan papan skor,” ucap Iniesta.

“Kami terus mencoba di babak kedua, kami sadar jika satu gol dapat membuat kami kembali ke permainan. Kami telah dapatkan gol itu, lalu menciptakan gol kedua, namun skor tidak bisa lagi berubah, kami merasa sulit untuk mengembalikan kedudukan.”

“Celta tampil dengan penuh, mereka sudah tahu caranya untuk bermain melawan kami dan itu memberikan tekakan kepada kami di babak pertama,” tambah Iniesta.